
KUPAS BOLA - Kematian pemain Persis Solo Diego Mendieta membuat solidaritas sesama pesepak bola kembali menguat dan menuntut jaminan kesehatan dan pembayaran tunggakan gaji.
Melalui Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), para seniman kulit bundar itu menuntut pihak klub-klub Indonesia baik IPL/ISL untuk mencantumkan jaminan kesejahteraan dalam klausul kontrak.
APPI juga mengatakan bahwa mereka akan memboikot untuk bermain jika masih ada salah satu atau beberapa anggotanya yang masih belum dilunasi gajinya oleh klub Liga Primer (IPL) atau pun Liga Super Indonesia (ISL).
"Kami sekarang akan meminta sejauh mana kejelasan mengenai kontrak kerja antara pemain dan klub. Jangan sampai para pemain nantinya tidak dipenuhi hak-haknya," ungkap Ponaryo saat dihubungi wartawan, Kamis (6/11/2012).
"Kami juga akan meminta pihak klub untuk mencantumkan klausul mengenai jaminan kesehatan. Ini menjadi penting karena jika melihat kasus yang terjadi belakangan ini sangat riskan," imbuhnya.
Memang diakui Ponaryo dalam kontrak disebutkan bagaimana sebuah klub bertindak jika sang pemain mengalami cedera dan sakit. Namun hingga saat ini belum ada realisasi mengenai hal tersebut.
"Sekarang untuk jaminan kesehatan memang tercantum di klausul kontrak tapi belum ada realisasinya. Untuk masalah durasi kontrak juga demikian, kita dikontrak satu tahun tapi kadang kontrak kita selesai dalam jangka waktu sembilan bulan," imbuh pemain Sriwijaya FC ini.
"Kita akan mengadu kepada operator liga tentang masalah klausul kontrak. Kami akan mengadukan beberapa klub yang punya masalah dengan kontrak pemain," katanya memungkasi.
[Refrensi: bola.inilah.com]
